Surah At-Tin
Surah At-Tin (التين, artinya "Buah Tin") adalah surah ke-95 dalam Al-Qur'an. Surah Makkiyah ini terdiri dari 8 ayat dan dimulai di Juz 30, halaman 597 Mushaf Madinah.
Tentang Surah At-Tin
Surat ini terdiri dari 8 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat Al-Buruj. Nama At-Tin diambil dari kata "At-Tin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah tin.
**Pokok-Pokok Isi:**
Manusia adalah makhluk yang terbaik secara ruhaniah dan jasmaniah, tetapi ia akan menjadi sangat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh; Allah adalah Hakim Yang Mahaadil.
Surat At-Tin menerangkan kedudukan manusia dan keadilan Allah.
**Hubungan Surat At-Tin Dengan Surat Al-'Alaq:**
1. Surat At-Tin menerangkan bentuk penciptaan manusia sedangkan surat Al-'Alaq menerangkan bahwa permulaan penciptaan manusia dari segumpal darah.
2. Pada surat Al-'Alaq dijelaskan kembali beberapa sifat-sifat manusia yang menjadikan mereka hina dan sengsara, juga sifat-sifat manusia yang menjadikan mereka bahagia.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex
Semua ayat Surah At-Tin — Arab, Latin dan artinya
Buka ayat mana pun untuk arti per kata, bacaan Latin dan tafsir.
- 95:1وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِDemi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
- 95:2وَطُورِ سِينِينَdemi gunung Sinai,
- 95:3وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِdan demi negeri (Mekkah) yang aman ini.
- 95:4لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
- 95:5ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَkemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
- 95:6إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍkecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
- 95:7فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِMaka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
- 95:8أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَBukankah Allah Hakim yang paling adil?